Situasi pandemi COVID-19 membuat para tenaga kesehatan di berbagai penjuru dunia mengalami krisis masker N95. Meski begitu, masih saja ada sekelompok orang yang memanfaatkan keadaan seperti ini.
Contohnya dua orang mahasiswa di Kanada berikut ini yang baru saja dituntut secara hukum oleh perusahaan alat kesehatan. Kedua mahasiswa di Kanada tersebut, Zhiyu Pu dan Harmen Mander menjual masker medis N95 dengan harga selangit, sekitar lima kali lipat daripada harga normal.
Harmen mengatakan kepada awak media bahwa telah menjual kurang dari 50 unit masker N95 dan mengklaim hasil penjualan masker ditujukan untuk digunakan untuk meluncurkan badan nirlaba non-profit.
"Kami adalah mahasiswa, ketika virus mulai pada bulan Januari, kami memperhatikan bahwa banyak sekolah masih beroperasi seperti biasa. Ruang kelas penuh sesak. Banyak siswa, termasuk kami sendiri khawatir tentang keselamatan pribadi. Tujuan kami supaya bisa membantu bisnis kecil, komunitas kami, dan teman serta keluarga di sekitar kami,” jelas Harmen melalui surel.
Nekat menjual masker N95 dengan membanderol harga selangit, sampai lima kali lipat lebih mahal. Akhirnya membuat Zhiyu dan Harmen dituntut oleh perusahaan penyedia alat respirator Amerika, 3M.
Sebagaimana dilansir Newsweek, Kamis (23/4/2020) perusahaan alat kesehatan berbasis di Minnesota tersebut, mengonfirmasi bahwa pada Selasa kemarin telah mengajukan tuntutan secara hukum ke Pengadilan Tinggi di Ontario, dengan dua terdakwa dalam kasus ini Zhiyu Pu dan Harmen Mander.
Menurut tuntuan hukum yang diajukan, Zhiyu dan Harmen disebutkan masker N95 tersebut melalui bisnis bernama Caonic Systems Inc., dan berulang kali mengklaim berafiliasi dengan merek perusahaan 3M. Salah satunya mengaku terhubung dengan 3M di media sosial.
Keduanya diduga menjual respirator N95 dengan harga masing-masing USD17 atau sekira Rp 265.796 yang mana menurut 3M harga ini adalah harga lima kali lipat daripada harga retail normal di pasaran. Tak hanya itu, keduanya dikatakan juga mengklaim bahwa masker N95 yang dijual bersumber dari pemasok bersertifikat
Duo mahasiswa ini dituduh mendaftarkan toko mereka di platform ritel Shopify, 3M-Health, dan mulai menjual barang pada Maret 2020 lalu. Pihak platform belanja Shopify sendiri sudah menutup situs mereka pada 31 Maret, tetapi Zhiyu dan Harmen diduga membuka tokonya kembali dengan nama lain, Tormen Health, agar bisa tetap berjualan.