WHO juga mencatat alkhol dapat membuat mereka yang mengalami kesehatan mental rentan terinfeksi virus corona selama masa karantina berlangsung. Di samping itu, alkohol dapat meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga.
Terkait hal ini, pemerintah Thailand sebelumnya telah melarang penjualan minuman beralkohol di sebagian besar provinsi. Larangan ini mengikuti seruan pemerintah pusat untuk mencegah perayaan Tahun Baru, Negara tersebut tengah berupaya membatasi penyebaran virus corona.
Thailand adalah salah satu negara Asia Tenggara yang membatalkan atau mengurangi perayaan Tahun Baru Buddha di tengah pandemi global. Tahun Baru Thailand atau perayaan air Songkran biasanya diadakan 13-15 April. Namun pemerintah pada tahun ini telah menunda liburan yang biasanya akan diganti kemudian.
Larangan 10 hari untuk penjualan anggur, bir, dan minuman keras di ibu kota Bangkok mulai berlaku mulai 10 April 2020. Sekitar 47 dari 77 provinsi Thailand telah menerapkan larangan hingga 15 April atau hingga akhir bulan, kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan.
(Helmi Ade Saputra)