(Foto : Odesa Indonesia)
Badan Pangan Dunia (FAO) menetapkan kelor sebagai Crop of the Month (pangan bulan ini) pada 2018, karena kandungan gizinya. Kelor kaya akan protein, vitamin A, B, C dan berbagai mineral, serta antioksidan.
Bagi petani skala kecil, FAO merekomendasikan kelor sebagai sumber gizi bagi ibu dan anak, sebagai obat, serta tambahan pendapatan. Sementara itu, pohon kelor mampu mengurangi erosi tanah.
Kelor juga cepat tumbuh dan menghasilkan daun saat musim kemarau. Sehingga menjadi alternatif makanan saat persediaan pangan menipis. Enton mengatakan, pihaknya mendorong petani supaya punya tradisi bertani untuk konsumsi.
"Jangan semua hasil panen melulu urusan dijual sementara keluarga juga butuh sumber gizi harian. Sebelum berpikir dijual, harus punya tujuan untuk dikonsumsi. Dan kelor sangat menguntungkan karena bisa dipanen kapan saja," imbuhnya.
(Helmi Ade Saputra)