Sementara itu, Tanaman kelor telah dibudidayakan warga petani di Cimenyan sejak 2018. Budidaya ini adalah inisiatif Yayasan Odesa Indonesia, yang membagikan bibit dan melakukan pendampingan bagi warga.
Saat ini sudah ada 3.000-an keluarga yang ikut membudidayakan kelor. Ada yang menanam di pekarangan, di pinggir ladang, bahkan ada yang menanam penuh di ladang-ladang perbukitan. Odesa mewajibkan petani menanam minimal empat pohon kelor. Petani juga dianjurkan mengkonsumsi kelor minimal tiga kali seminggu. Gerakan ini berupaya memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
Manfaat kelor
Pengurus Odesa, Enton Supriyatna, yang memimpin masak bersama, mengatakan kelor adalah ‘tanaman strategis’ karena punya banyak keunggulan.
"Pertama, sumber gizi. Kedua penyelamat erosi tanah, dan ketiga berguna untuk peningkatan ekonomi petani,” jelasnya.