Upaya yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil, pada riset lanjutan yang digelar pada Maret 2020 lalu, Rizky menyebutkan banyak indikator pengetahuan yang meningkat.
“Maret kita survei ulang, hasilnya banyak indikator meningkat. Pengetahuan soal upaya pencegahan, apa saja gejala COVID-19, soal mencuci tangan pakai sabun," terangnya.
Meski hasil menunjukkan 34 persen, sambung dia, anak-anak muda takut mendengar soal COVID-19. Tapi 19 persen anak muda merasa penuh harapan.
"Merasa penuh harapan, ini info yang luar biasa penting buat kita bisa mendengar suara anak-anak, untuk bisa merespon concern mereka sehingga bisa beri intervensi yang baik buat mereka semua,” tutup Rizky.
(Dewi Kurniasari)