Duh, 25% Anak Muda Indonesia Abai dengan COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis
Sabtu 11 April 2020 15:26 WIB
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Share :

WALAU sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO semenjak pertengahan awal Maret 2020 lalu, tak sedikit masyarakat Indonesia belum mengetahui dan memahami bahaya paparan virus corona COVID-19. Menariknya hal itu terjadi pada kalangan generasi muda loh.

Diterangkan Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku UNICEF Indonesia Rizky Ika Syafitri, sekira awal Februari 2020, ditemukan data hampir 25 persen anak muda, tidak tahu apa yang dimaksud dengan COVID-19. Jajak pendapat ini diketahui melibatkan sebanyak 4.000 orang responden, dengan rentang usia mulai dari 16 hingga 18 tahun.

“Di awal Febuari ketika mendengar kasus COVID-19 ramai di berbagai belahan dunia kita lakukan jejak. Dari temuan itu cukup menarik, hampir 25 persen anak saat itu enggak tahu COVID-19 itu apa," katanya dalam konferensi pers daring “Suara Anak Tentang COVID-19” di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Sebagian dari mereka ada yang tahu gejala, tapi tidak tahu cara pencegahan. Sementara 34 persen tahu soal cuci tangan, tapi bukan cuci tangan tanpa sabun.

"Lalu 50 sampai 60 persen, anak muda berpikir informasi yang diberikan di bulan Februari ini, belum cukupi untuk lindungi diri,” ujar Rizky.

Melihat pada kenyataan di lapangan, generasi muda Indonesia bahkan masih banyak yang belum paham betul tentang virus corona beserta penyakit COVID-19. Rizky mengungkapkan, UNICEF Indonesia saat itu bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi, BNPB, Organisasi Masyarakat Sipil, Kantor Staf Presiden hingga Gugus Tugas untuk mengembangkan situs COVID-19. Dengan tujuan agar masyarakat, termasuk anak-anak muda bisa memperoleh informasi yang tepat.

Tidak hanya itu, UNICEF Indonesia juga mengembangkan inisiatif chat board, yang mana masyarakat bisa bertanya dan mendapat info seputar COVID-19. Bertanya soal di mana saja yang menjadi rumah sakit rujukan sampai ke informasi seperti cara mencegah tertular COVID-19

Upaya yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil, pada riset lanjutan yang digelar pada Maret 2020 lalu, Rizky menyebutkan banyak indikator pengetahuan yang meningkat.

“Maret kita survei ulang, hasilnya banyak indikator meningkat. Pengetahuan soal upaya pencegahan, apa saja gejala COVID-19, soal mencuci tangan pakai sabun," terangnya.

Meski hasil menunjukkan 34 persen, sambung dia, anak-anak muda takut mendengar soal COVID-19. Tapi 19 persen anak muda merasa penuh harapan.

"Merasa penuh harapan, ini info yang luar biasa penting buat kita bisa mendengar suara anak-anak, untuk bisa merespon concern mereka sehingga bisa beri intervensi yang baik buat mereka semua,” tutup Rizky.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya