Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Pekerjaan para tenaga medis pun semakin berat, karena jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Sementara ketersediaan APD di rumah sakit terus berkurang setiap harinya.
Bahkan beberapa rumah sakit harus menggunakan jas hujan, sebagai alternatif pengganti APD yang jumlahnya semakin sedikit. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, juga physical distancing, untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 di Indonesia.
View this post on Instagram
beginilah perjuangan tenaga medis melawan virus Covid-19. Sebelum bertugas, Paramedis mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), hingga berlapis-lapis . Umumnya, APD digunakan hanya sekali pakai. Setelah dipakai, pakaian, masker, sarung tangan, dan penutup kepala digunakan harus dibuang. Oleh sebab itu tenaga medis kerap harus menahan haus, lapar dan berusaha tidak ke kamar mandi hingga berjam-jam karena keterbatasan APD . Apalagi dengan kasus yang kian hari kian bertambah, ketersediaan APD semakin berkurang. Beberapa rumah sakit bahkan terpaksa harus memakai jas hujan . Ayo bantu mereka memutuskan rantai penularan virus corona, dengan bekerja, belajar dan beribadah di rumah kalo bisa, jangan keluyuran jika tidak penting saat ini. So, kapan lagi gaes, hanya dengan rebahan di rumah, kalian bisa berguna buat bangsa dan negara, ini kesempatan kalian. . . . jangan lupa follow @nurse.twitt @beebamedical @nursejewelry . . . #perawatindonesia #nurse #perawatparodi #perawathebat #perawat #cuitanperawat
A post shared by PERAWAT INDONESIA (@perawat.indonesiaa) on Mar 25, 2020 at 5:16pm PDT
(Dewi Kurniasari)