HARI Kesehatan Dunia jatuh pada Selasa 7 April 2020. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Hari Kesehatan Dunia kali ini dihadapkan dengan pandemi virus corona, COVID-19 yang menyebar luas ke seluruh dunia.
Tentunya pandemi ini adalah tantangan terberat dunia dalam hal kesehatan. Banyak tenaga medis yang berjuang, bahkan bertaruh nyawa untuk mengobati para pasien yang terinfeksi COVID-19.
Tak sedikit dari mereka yang gugur dalam bertugas akibat penyakit ini. Salah satu akun Instagram @perawat.indonesiaa memperlihatkan perjuangan para tenaga medis, saat menangani pasien COVID-19 di Indonesia.
Dalam unggahan tersebut terlihat para tenaga medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD). Mereka harus menggunakan APD berlapis-lapis supaya tidak terinfeksi COVID-19.
Dari video yang diunggah itu memperlihatkan bahwa perawat yang biasanya hanya memakai seragam kain saja, kini harus menggunakan tambahan APD. Mereka menggunakan baju hazmat hingga tiga lapis. Juga dilengkapi dengan masker, sarung tangan, dan penutup kepala, hanya diperbolehkan sekali pakai.
Terbayang bagaimana ketat dan panasnya baju hazmat tersebut saat dikenakan tenaga medis. Nah APD itu juga hanya diperbolehkan sekali pakai saja.
Oleh sebab itu, tak sedikit dari para tenaga medis yang harus menahan haus, lapar dan hasrat untuk ke kamar mandi selama berjam-jam lamanya. Karenanya jika ia melepas APD tersebut, maka harus dibuang dan tak bisa digunakan kembali.
Pekerjaan para tenaga medis pun semakin berat, karena jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Sementara ketersediaan APD di rumah sakit terus berkurang setiap harinya.
Bahkan beberapa rumah sakit harus menggunakan jas hujan, sebagai alternatif pengganti APD yang jumlahnya semakin sedikit. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, juga physical distancing, untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 di Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by PERAWAT INDONESIA (@perawat.indonesiaa) on Mar 25, 2020 at 5:16pm PDT
(Dewi Kurniasari)