Pertama secara invasif, yakni sebuah tabung dimasukkan ke dalam batang tenggorok si pasien. Selain itu, bisa dimasukkan pula melalui mulut atau melalui lubang di tenggorokan (trakeostomi).
Melalui ventilasi tekanan positif, kemudian udara didorong ke paru-paru, sambil dihisap kembali melalui ventilasi tekanan negatif. Metode ini memungkinkan proses respirasi dan pergerakan dada.
Sedangkan cara kerja yang kedua ialah secara non-invasif, masker wajah (facemask) atau masker hidung (nasal mask), dipasang pada pasien agar pasien tersebut bisa bernapas.
(Dewi Kurniasari)