"Jangan beri stigma, tapi berilah motiviasi. Ingat, jenazah tergolong mati sahid, sehingga keluarga merasa tenang dan tentram, jangan dijauhi juga," tegasnya.
Dokter Makky menambahkan, ketika masyarakat memberikan motivasi positif kepada keluarga yang ditinggalkan, imunitas mereka pun akan kuat dan mereka tidak akan lemah melawan virus.
"Tapi, kalau stigma yang diberikan, ini bisa memengaruhi kestabilan imunitas tubuh keluarga pasien COVID-19 yang sudah meninggal dan kalau sudah begitu, mereka akan mudah sakit," tambah dr Makky.
Ia menegaskan, stigma boleh diberikan pada masyarakat yang malah membawa pulang peti mati berisi jenazah pasien COVID-19. "Dengan melakukan tindakan tersebut, mereka malah mempermudah penularan virus," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)