Panduan Pengobatan saat Isolasi Diri Sendiri di Rumah

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Minggu 05 April 2020 13:00 WIB
Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)
Share :

Hingga saat ini, para ahli medis dunia belum menemukan obat yang terbukti efektif dan aman untuk menyembuhkan virus corona (COVID-19).

Sebagai alternatif, obat yang dapat digunakan saat ini adalah yang dapat mengurangi gejala umum COVID-19, yaitu demam, nyeri sendi, batuk kering, dan atau sesak napas.

Fakultas Farmasi Universitas Indonesia menyebut ada beberapa jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh pasien positif corona. Berikut Okezone rangkumkan ulasannya, Minggu (5/4/2020).

1. Obat pereda gejala

Demam

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu gejala umum COVID-19 adalah demam yang tinggi. Oleh karenanya, disarankan bagi pasien untuk meminum obat pengganti penurun demam dan anti nyeri ringan. Sejauh ini parasetamol (asetaminofen) diketahui aman untuk digunakan.

Batuk

Bila mengalami gejala batuk kering dan gangguan pernapasan lainnya, Anda bisa meminum obat batuk yang dijual bebas atau obat alami seperti madu dan jeruk nipis. Selain itu, Anda juga dapat berkumur dengan garam. Jika batuk kering dan berkelanjutan, dapat mengonsumsi pereda batuk yang dijual bebas sesuai aturan pakai di label.

Obat alternatif

Obat atau terapi supportif lainnya adalah perbanyak minum untuk menghindari dehidrasi. Gunakan NACI Spray (saline nasal spray) yang dijual bebas untuk mengurangi hidung tersumbat.

2. Obat dengan status pemantauan

Selain itu, ada juga beberapa jenis obat yang dapat digunakan, namun dengan status pemantauan. Pasalnya, jenis obat ini diduga dapat meningkatkan risiko terjangkit dan meningkatkan keparahan penyakit COVID-19.

Anti inflamasi non stereoid (AINS)

Obat-obat seperti Ibuprofen, ketoprofen, naproxen, natrium diklofenak, aspirin termasuk dalam jenis obat yang masuk dalam kategori pemantauan. Walaupun WHO telah menarik peringatan tentang penggunaan ibuprofen pada pasien COVID-19, perlu kehati-hatian dalam penggunaannya.

Pasalnya, AINS diduga dapat meningkatkan ekspresi reseptor ACE2, sehingga meningkatkan potensi masuknya virus corona ke dalam sel.

Antihipertensi Golongan ACEi dan Golongan ARB

Bagi penderita hipertensi, tetap melanjutkan pengobatan menggunakan antihipertensi golongan ACEi dan ARB, dengan syarat harus melakukan pemantauan kondisi kesehatan secara rutin.

Sekadar informasi, ACEi sendiri merupakan kepanjangan dari Angiotensin converting enzyme inhibitor: Captopril, Lisinopril, Ramipril, Enalapril. (ACEi). Sementara ARB, Angiotensin Receptor Blocker : Valsartan, Irbesartan, Candesartan. Kandungan obat-obatan ini bisa Anda lihat secara seksama pada kemasan atau label.

Antidiabetes (golongan Thiazolidindione)

Obat antidiabetes golongan Thiazolidindione biasanya terdiri dari dua jenis yakni Pioglitazone dan Rosiglitazone. Bagi penderita diabetes, tetap dapat melanjutkan pengobatan teresebut dan pantau kondisi kesehatan.

Kortikosteroid (yang digunakan jangka panjang)

Bagi penderita penyakit lain yang diresepkan obat tersebut, tetap dapat melanjutkan pengobatan, namun harus tetap pantau kondisi kesehatan secara rutin. Segera konsultasi ke dokter atau hubungi call cencer 112 atau 119 jika gejala memburuk.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya