Meski terlihat seperti orang sehat, namun orang dengan status OTG ini sangat berbahaya. Bahkan jumlah orang yang positif COVID-19 disebabkan oleh OTG yang melakukan pergerakan. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto.
“Kami melihat persebaran kasus sekarang muncul akibat pergerakan orang tanpa gejala (OTG) yakni positif tanpa keluhan apapun dari kota-kota besar. Yang kita data memiliki kasus tertinggi sebagai pusat-pusat sebaran ke daerah atau kota-kota sekitar,” ucap Yuri dalam siaran langsung Penanganan COVID-19 di gedung BNPB, Sabtu (4/4/2020).
Oleh sebab itu Yuri mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah sebagai tindakan yang paling benar. Tidak melakukan perjalanan kemana pun, baik ke kampung atau ke rumah saudara maupun ke tempat lain. Pasalnya, ini adalah upaya kita untuk menghentikan penyebaran COVID-19.
(Muhammad Saifullah )