Maka dari itu, sejauh ini cara yang paling efektif untuk melindungi diri dari paparan virus corona ini ialah dengan rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Begitu juga saat di luar rumah, saat tidak memungkinkan mencuci tangan memakai air dan sabun dan akhirnya harus memakai hand-sanitizer, padaa akhirnya juga harus tetap mencuci tangan memakai air mengalir dan sabun.
“Yang penting adalah cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir. Secara umum memang sudah terbukti bahwa cuci tangan pakai sabun rutin bisa mencegah terjadinya infeksi saluran pernafasan akut dan infeksi saluran cerna, setelah menggunakan hand sanitizer 5-6 kali kita tetap harus melakukan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
Profesor spesialis penyakit dalam ini melanjutkan, larangan untuk menyemprotkan disinfektan ke sekujur tubuh manusia ini juga sejalan dengan imbauan dari WHO yang menyatakan bahwasanya penggunaan lampu UV (ultra violet) juga tidak boleh digunakan untuk sterilisasi tangan dan area kulit lain, karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit.
Profesor Ari menegaskan, menurutnya menggunakan disinfektan dengan cara menyemprot ke sekujur tubuh ini adalah tindakan yang tidak perlu. Malah nantinya bisa mendatangkan masalah kesehatan yang lain.
“Jadi sekali lagi dengan melihat bagaimana infeksi ini menular dari satu orang ke orang lain, maka sebenarnya menggunakan disinfektan secara langsung tidak dibutuhkan. Bahkan jika disinfektan tersebut terhirup oleh kita atau terkena mata tentu akan menimbulkan masalah kesehatan baik akut maupun jangka panjang,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)