Hal ini kembali dipertegas oleh sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh AFCD. Mereka menegaskan bahwa dari hasil tes serologi yang telah dilakukan para ahli medis, menunjukkan anjing itu tidak terinfeksi virus.
“Hasil urutan (gen) menunjukkan virus kemungkinan menyebar dari orang yang terinfeksi dan kemudian menginfeksi anjing. Namun tidak ada bukti hewan peliharaan bisa menjadi sumber infeksi atau mereka bisa ikut terinfeksi,” tulis pernyataan tersebut.
Kendati demikian, setiap warga diminta untuk terus menjaga kebersihan dan tidak boleh meninggalkan hewan peliharaan mereka. Sejauh ini, ada empat hewan peliharaan (satu kucing dan tiga anjing) yang tengah menjalani masa karantina.
Sebelumnya, pemilik anjing itu yang diketahui merupakan seorang wanita berusia 60 tahun, dipastikan terinfeksi virus corona dan sempat dirawat pada 25 Februari lalu. Dia berhasil pulih dan kembali ke rumah pada 8 Maret. Beberapa anggota keluarga yang melakukan kontak dengannya juga dikonfirmasi positif terinfeksi COVID-19. Demikian dilansir Okezone dari SCMP, Rabu (18/3/2020).
(Muhammad Saifullah )