Sekadar informasi, di Indonesia jumlah kasus baru glaukoma pada pasien rawat jalan pada 2017 lalu tercatat sudah di angka 80.548. Data Jakarta Eyes Center pada 2019 menyebutkan ada sekitar 42.662 pasien yang terkena penyakit ini.
Penderita glaukoma umumnya mengalami ketidakseimbangan daur cairan, yakni terjadi masalah di saluran pengeluaran yang mengakibatkan naiknya tekanan pada bola mata di atas 21 mmHg.
Apabila situasi ini terus-menerus terjadi, maka kerusakan saraf mata tidak dapat terhindarkan. Secara perlahan menyebabkan penyempitan lapang pandang hingga penderita hanya bisa melihat seolah dari lubang kunci, dan akhirnya buta total tanpa bisa disembuhkan.
Pendeteksian awal mungkin menjadi langkah antisipasi untuk terhindar dari penyakit yang memiliki julukan “pencuri penglihatan” ini.
(Martin Bagya Kertiyasa)