Sayangnya, jawabannya tidak, sebab langkah antisipasi yang bisa dilakukan ialah dengan pendeteksian seawal mungkin. Seawal mungkin, sebisa mungkin sebelum memasuki usia 40 tahun. Sebab usia 40 tahun, adalah kelompok yang lebih berisiko terkena glaukoma.
Lalu selain orang-orang yang sudah berusia lebih dari 40 tahun, siapa saja sih yang masuk sebagai orang-orang dengan kelompok risiko tinggi menderita glaukoma?
“Selain orang-orang yang usianya sudah lebih dari 40, orang-orang yang keluarganya juga punya riwayat penderita glaukoma, penderita minun dan hiperopia tinggi, pengidap diabetes melitus, hipertensi, dan kelainan kardiovaskular, pernah cedera mata atau trauma, dan pengguna obat-obatan steroid dalam jangka panjang,” pungkas Profesor Widya.
(Dyah Ratna Meta Novia)