WABAH virus korona (COVID-19) mungkin jadi hadiah terburuk bagi Penyanyi Joey Yung. Setelah konsernya dibatalkan karena wabah COVID-19, penyaki asal Hong Kong ini milih ngamen di stasiun.
Joey Yung seharusnya melakukan tur Love in Europe. Saat berada di Kota Paris, konsernya dibatalkan.
Agar tak mengecewakan para penggemar, Joey Yung ngamen di stasiun dengan judul Chuo Qi. Ia mengamen di salah satu stasiun Kota Paris. Penampilan Joey Yung pun diunggah ke Instagram, langsung menjadi viral.
"Ketika kami menuju Den Haag kemarin, kami bertemu empat penggemar di stasiun kereta api. Mereka seharusnya menghadiri konser di Paris, sehingga sebagai hiburan saya memutuskan untuk melakukan pertunjukan dadakan pertama saya. Stasiun kereta kebetulan memiliki piano juga,” tulisnya di akun Instagram @yungchoyee.
Dalam unggahan video Instagram-nya, Joey Yung mengatakan, bahwa dirinya tetap ingin memberikan sesuatu kepada para penggemarnya di Paris. Meskipun paa penggemar tidak bisa menyaksikan konsernya, paling tidak para penggemar senang. Selain itu, perjalanan Joey menuju Paris menjadi tidak sia-sia.
"Sayangnya, konser saya di Paris telah dibatalkan. Tetapi karena saya datang jauh-jauh ke sini, saya harus tampil. Mari kita melakukan pertunjukan mengamen,” tambahnya.
Dilansir Okezone dari Asiaone, Kamis (5/3/2020), video yang berdurasi hampir dua menit itu memperlihatkan Joey Yung bermain piano, sambil menunjukkan vokalnya yang indah. Suaranya yang merdu berhasil menarik perhatian beberapa orang yang lewat di stasiun.
Dalam unggahannya, Joey Yung mengakhiri video dengan memanggil para penggemar, untuk datang ke Belanda dan konser berikutnya. Penampilan Joey Yung yang luar biasa ini mendapat pujian dari komentator, bahkan menarik perhatian ratu Cantopop, Sammi Cheng, yang memberinya banyak emoji bertepuk tangan.
"Tidak mudah memainkan piano dan bernyanyi pada saat yang sama,” ujar Sammi.
Manajer Joey Yung, Mani Fok juga berkomentar dan menuliskan, "Selama seseorang bersemangat tentang musik, di mana-mana adalah panggung," pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)