Menkes Terawan menambahkan, seandainya ada penumpang yang terpapar virus korona COVID-19, tidak mudah langsung dideteksi saat tiba. Sebab gejala virus korona/COVID-19 ini memiliki masa inkubasi.
"Kan ini memang kasus yang tidak kelihatan, kecuali dia batuk dan demam kan ketahuan. Kalau tidak ada gejala itu, bagaimana bisa ketahuan," ucapnya.
Menkes Terawan mengimbau, saat kondisi menurun, misalnya batuk, pilek, panas atau curiga dengan gejala COVID-19, masyarakat harus segara ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit. Termasuk ketika seseorang usai bepergian dan harus melewati bandara atau pelabuhan.
"Jadi kita selalu meningkatkan kewaspasaan," tandasnya.
(Dewi Kurniasari)