Hal ini juga telah dibuktikan oleh seorang psikolog asal Amerika Serikat, Daniel Kahneman. Melalui bukunya yang berjudul Thinking Fast and Slow (2011), disebutkan bahwa ada bagian pada otak manusia yang cenderung berpikir cepat dan tidak logis. Hal inilah yang membuat seseorang memiliki kemungkinan untuk dimanipulasi.
Namun di satu sisi, di buku itu disebutkan pula manusia sebetulnya memiliki lapisan otak yang membuatnya berpikir lambat, skeptis, tapi bagian ini cenderung cepat lelah. Sehingga seringkali tidak dimaksimalkan.
Agar tidak mudah dimanipulasi, kata Mahesa, seseorang harus melatih diri sejak dini, untuk memilah dan menilai kebenaran informasi yang diterimanya. Anda pun harus membiasakan diri mencari sumber yang valid.
"Melawan hoax itu harus dilatih. Kita juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu orang-orang di sekitar kita, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan literasi yang baik," katanya.