Nah, akibatnya mulai terjadi penebalan dinding rahim pada rahim bayi yang masih kecil. "Tapi di dalam rahim bayi ini belum menstruasi," sambungnya.
Menstruasi itu terjadi saat bayi dilahirkan dan tali pusar dipotong. Dengan terjadinya proses itu, maka putus pula kontak dengan ibunya dan kadar hormon yang sudah disimpan si bayi di dalam tubuhnya selama di rahim akan turun mendadak dan itulah yang memancing dia menstruasi.
Kondisi ini membuat si bayi perempuan akan sangat rentan mengalami endometriosis di masa depan. Hal itu terjadi karena bentuk rahim dia yang masih sangat kecil, bentuknya masih seperti tabung panjang, menyebabkan darah menstruasi tidak turun ke bawah, tetapi sebagian tumpah ke rongga perut. "Akibatnya bayi perempuan memiliki bibit endometriosis," terangnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)