Keputusan untuk menikah dan membangun rumah tangga dengan orang yang dipilih untuk menjadi pasangan seumur hidup, bukanlah perkara mudah.
Inilah kenapa ketika menikah, seseorang tersebut menjalani titik besar dalam kehidupannya. Menikah jadi langkah yang sangat besar dalam perjalanan kehidupan.
Tapi pilihan untuk menikah ini tidak bisa diterapkan rata untuk semua orang. Tidak sedikit juga orang-orang yang memilih, memutuskan untuk tidak menikah. Salah satu alasan yang paling familiar kita dengar adalah karena urusan materi, alias uang. Tidak bisa dipungkiri, uang memang memainkan peranan penting dan besar dalam kehidupan seseorang.
Merasa tak punya uang yang cukup, mungkin malah bisa juga meskipun cukup secara materi tapi memutuskan untuk tidak menikah karena tidak mau repot mengurus keuangan bersama pasangan.
Nah, apakah tidak menikah karena uang sebetulnya bisa jadi alasan valid atau sebenarnya hanya jadi pelarian semata? Well, di kalangan masyarakat atau norma sosial, tidak bisa dipungkiri memang masalah uang atau finansial kerap masih jadi tolak ukur kesiapan seseorang untuk menikah.
“Sering terjadi biasanya demikian, sebab dianggap untuk menikah butuh kemapanan, sehingga finansial menjadi tolak ukur,” ujar psikolog dewasa, Meity Arianty, STP., M.Psi.,
Meity menjelaskan, menghubungkan antara uang dan menikah yang patut dipahami adalah sebetulnya konsep hidup mapan bagi setiap orang itu standarnya berbeda-beda.