Penggunaan Tramadol yang berlebihan dan tidak sesuai resep dokter akan meningkatkan risiko kejang. Risiko semakin buruk jika obat ini digabungkan dengan antidepresan lainnya.
Disadur dari Drugs.com, obat ini juga tidak direkomendasikan untuk mereka yang memiliki masalah pernapasan, masalah di area perut dan usus, atau mereka yang baru saja mengonsumsi alkohol. Jika dipaksakan, risiko terparahnya adalah kematian.
Mereka yang menggunakan Tramadol sebagai obat penenang nantinya akan ketergantungan dan efek sampingnya antara lain napas pendek, denyut jantung lambat, mudah pusing, hingga pingsan.
So, bagaimana obat ini bereaksi di tubuh?
Pada beberapa orang, obat ini akan memberi respons seperti agitasi, halusinasi, demam, berkeringat, menggigil, detak jantung cepat, otot kaku, kehilangan keseimbangan, mual, muntah, hingga diare. So, malah memberi efek buruk kan ke tubuh? Lantas mengapa masih mau mengonsumsinya hanya demi alasan mencari ketenangan?
(Helmi Ade Saputra)