“Perkenalan bahasa lain sejak kecil, di usia anak sekolah taman kanak-kanal atau usia playgroup boleh-boleh saja. Tapi sebenarnya, mother tongue yang sesuai dengan kebangsaan anak yang utama. Misal ya kita orang Indonesia, ya anak harus bisa berbahasa Indonesia itu yang tetap utama,” papar Sani Hermawan, saat dihubungi Okezone baru-baru ini.
Sani mengungkapkan pentingnya anak untuk bisa bahasa ibu ini bukan sekedar soal komunikasi. Namun juga pembentukan jati diri sang anak itu sendiri. Jika anak sampai tidak fasih berbahasa bahasa ibunya sendiri, bahasa sesuai nationality yang dimiliki.
Sani berpendapat, tanpa disadari hal ini bisa membuat gagal pembentukan jati diri sang anak. Sebab adanya hambatan pada pengembangan diri, bersosialisasi dan tingkat kepercayaan diri.
(Helmi Ade Saputra)