Kepala Pusat Litbangkes Kementerian Kesehatan RI Dr dr Vivi Setiawaty, MBiomed, menegaskan, thermal gun hanya bekerja sebagai pendeteksi suhu panas tubuh. Alat ini tidak bisa mendeteksi perkembangan virus korona yang tersebar di tubuh manusia.
"(Thermal gun) hanya bisa melihat peningkatan suhu tubuh. Apakah peningkatan karena infeksi virus harus dicek lebih lanjut, kita tidak bisa memastikan," ucapnya.
Jika seseorang mengalami suhu tubuh yang tinggi, sambung Vivi, bisa jadi menandakan adanya salah satu gejala virus korona. Sementara itu, manusia bisa dikatakan demam ketika suhu tubuhnya sudah melewati rata-rata suhu tubuh normal yaitu 37,5 derajat Celcius.
(Dewi Kurniasari)