PEMERINTAH telah berupaya mencegah masuknya virus korona ke Indonesia. Sosialisasi pun dilakukan kepada masyarakat, termasuk pengecekan suhu tubuh bagi penumpang pesawat.
Secara intensif, Kementerian Kesehatan melakukan pengecekan di pesawat sebelum para penumpang turun untuk mencegah penyebaran virus korona. Salah satu alat yang digunakan untuk pengecekan suhu tubuh adalah thermal gun.
Cara kerja thermal gun adalah seperti barcode scanner. Cara menggunakannya, dengan mengarahkan thermal gun ke objek untuk mengukur suhu.
Sebisa mungkin pengguna thermal gun berdiri sedekat mungkin dengan objek. Kira-kira seberapa efektif thermal gun dapat mendeteksi perkembangan virus korona?
Kepala Pusat Litbangkes Kementerian Kesehatan RI Dr dr Vivi Setiawaty, MBiomed, menegaskan, thermal gun hanya bekerja sebagai pendeteksi suhu panas tubuh. Alat ini tidak bisa mendeteksi perkembangan virus korona yang tersebar di tubuh manusia.
"(Thermal gun) hanya bisa melihat peningkatan suhu tubuh. Apakah peningkatan karena infeksi virus harus dicek lebih lanjut, kita tidak bisa memastikan," ucapnya.
Jika seseorang mengalami suhu tubuh yang tinggi, sambung Vivi, bisa jadi menandakan adanya salah satu gejala virus korona. Sementara itu, manusia bisa dikatakan demam ketika suhu tubuhnya sudah melewati rata-rata suhu tubuh normal yaitu 37,5 derajat Celcius.
(Dewi Kurniasari)