Bahkan, ada satu kebiasaan unik yang dijalani Martini sejak 1997. Dia akan meminta anak muridnya untuk saling berpegangan tangan, sebelum tampil di atas panggung. Setelah itu akan ada momen saling minta maaf.
"Aku mau semua penari itu saat tampil ikhlas, semuanya mau memaafkan temannya satu sama lain atau pun pada gurunya," ucapnya.
Ia menjelaskan, akan sangat tidak baik hasilnya ketika si penari pentas dengan kondisi diri negatif. Misalnya ia membawa perasaan sakit atau benci, percayalah itu akan memberi dampak buruk di hasil pertunjukan.
"Resep ini aku dapatkan dari hasil perjalanan hidup, pun dari sesama penari dan guru tari aku. Jadi, sebelum menari kita berslamaan dan meminta maaf satu sama lain. Ketika jiwa sudah bisa memaafkan , di sana lah si penari mendapatkan jiwa seleh-nya," ucap Martini lantas tersenyum.
(Dewi Kurniasari)