JUMLAH orang yang terinfeksi virus korona Wuhan terus bertambah. Ilmuwan Inggris mengatakan bahwa sampai sekarang sudah ada 100.000 jiwa terinfeksi virus 2019-nCoV ini.
Pernyataan itu dikatakan Profesor Neil Ferguson pada The Guardian. Ia menjelaskan, ada 100.000 orang yang terinfeksi virus korona Wuhan, meskipun hanya ada 2.000 kasus yang terkonfirmasi sejauh ini. Jumlah kasus terbanyak ada di Wuhan, China.
"Cepat atau lambat virus akan masuk ke Inggris. Ada banyak turis Tiongkok di seluruh Eropa. Pengendalian masuknya turis Tiongkok menjadi salah satu cara menekan penyebaran, tapi saya tak yakin cara ini bisa dilakukan," katanya.
Pasalnya, banyak turi Tiongkok akan kembali ke China untuk merayakan imlek. Dikhawatirkan, sekembalinya mereka ke Eropa, mereka membawa "oleh-oleh" virus Korona Wuhan.
Di sisi lain, laman Business Insider Singapore menuliskan bahwa bukan 100.000 orang yang terinfeksi, melainkan 65 juta jiwa. Pernyataan ini disampaikan peneliti Amerika bernama Eric Toner.
Ilmuwan dari Johns Hopkins Center for Health Security itu melakukan simulasi pandemi global yang melibatkan virus korona Wuhan.
Ia memaparkan bahwa virus Korona sebelumnya bertanggung jawab atas terjangkitkan sindrom pernapasan akut yang pada di China di awal 2000-an dengan korban jiwa kala itu 774 jiwa dari 8.000 orang yang terinfeksi. "Saya sudah lama memprediksi bahwa virus yang menginfeksi kala itu adalah virus Korona," katanya.