"Kemarin saya dapat laporan, hewan ternak yang sakit justru segera dipotong, lalu dibagikan ke masyarakat, atau di konsumsi sendiri. Kebetulan, kejadian antraks di Gunung Kidul itu juga berbarengan dengan acara khitanan," ungkap Anung Sugianto, dalam temu media di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin 20 Januari 2020.
Tak hanya itu, warga juga sering menggunakan kotoran atau bagian dalam tubuh hewan ternak yang sakit, untuk dijadikan pupuk kandang. Hal ini diketahui melalui sample spora antraks yang ditemukan di atas permukaaan tanah di sekitaran kandang ternak.
"Kotoran dan jeroannya itu ditumpuk begitu saja di belakang rumah atau si dekat kandang. Ini tidak tepat karena justru dapat menyebarkan antraks," ungkap Anung.
"Di tambah lagi, Gunung Kidul ternyata belum ada rumah pemotongan hewan, tetapi masih dilakukan tingkat masyarakat. Jadi memang masih ada kebiasaan masyarakat yang harus dikoreksi," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)