Wabah antraks kembali menyerang Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setidaknya 12 warga dilaporkan terserang antraks, hingga memaksa pemerintah menetapkan kasus ini sebagai Kasus Luar Biasa (KLB).
Kejadian tersebut pertama dikenali pada tanggal 27 Desember 2019, kemudian kejadian pada orang tanggal 28 Desember 2019. Pada tahun 2019 minggu ke 52 Kementerian Kesehatan mendapat laporan terdapat 21 orang dengan tanda klinis baik gejala maupun tanda positif antraks.
Lantas, apa yang membuat wabah antraks kembali menyerang Kabupaten Gunung Kidul? Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menjelaskan ada beberapa faktor yang memicu terjadinya wabah antraks di kawasan ini.
Salah satunya adalah kebiasaan buruk warga setempat yang nekat mengonsumsi daging hewan ternak sakit. Alih-alih menguburkan hewan ternak yang sakit, warga justru menyembelih dan membagikan dagingnya kepada para tetangga.