Rupanya peran kesusastraan itu luar biasa. Salah satunya membuat pembacanya mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan.
Namun ternyata peran kesusastraan tak hanya itu. Kesusastraan juga bisa membuat orang yang membacanya menjadi bijaksana. Cerdas dan bijak halus budi pekertinya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara.
"Dalam memajukan kebudayaan, pemerintah butuh peran serta masyarakat untuk membantunya," kata Aji Wulantara belum lama ini.
Bagi masyarakat yang berniat melestarikan dan mengembangkan seni tradisi, pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan bisa membantu terkait sarana dan prasarana. Salah satu di antaranya pendapa yang saat pertemuan berlangsung, sedang direnovasi. Masyarakat bisa menggunakan untuk kegiatan kebudayaan.
Ketua Umum Paguyuban Budaya Jawa (Pasbuja) Sutopo Sugihartono mengatakan, Pasbuja selama ini lahir bermodal tekat. Meskipun baru berumur satu tahun, sudah berhasil menyelenggarakan beberapa workshop kesusastraan.
Antara lain workshop penulisan novel dalam bahasa Jawa sampai dua gelombang, kemudian workshop penulisan cerkak, geguritan dan esai. Demikian pula workshop tembang dolanan anak.
Penyelenggaraan workshop kesusastraan, terang Sutopo, tidak bisa lepas dari kegiatan Dinas Kebudayaan DIY yang menyelenggarakan lomba penulisan novel, dan penyusunan antologi cerkak, geguritan dan esai.
Seperti dilansir dari KR Jogja, kegiatan workshop kesusastraan mendapat sambutan baik dari masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penulisan sastra Jawa. Kenyataannya, beberapa anggota Pasbuja berhasil dalam penulisan novel Jawa dan banyak anggota Pasbuja yang naskahnya lolos di tiga antologi terbitan Dinas Kebudayaan DIY.
(Dyah Ratna Meta Novia)