Tak hanya itu, budaya barat juga lebih menekankan pada pencapaian pribadi yang pada akhirnya mengarah pada berkurangnya koneksi sosial, atau cenderung individualis.
“Hubungan antara menghargai kebahagiaan dan gejala depresi terlihat jauh lebih signifikan pada peserta Inggris dariapda mereka yang berasal dari kebangsaan lain atau berkewarganegaraan ganda,” kata Dr Vogt.
“Kami belum meneliti lebih jauh perbedaan-perbedaan itu, tetapi tampaknya ada perbedaan yang signifikan antara budaya barat berbahasa Inggris, dengan budaya lain ketika merujuk pada kebiasaan mereka dalam menilai kebahagiaan dan membentuk pengalaman serta suasana hati,” tandasnya.
(Helmi Ade Saputra)