2. Meningkatkan sensitivitas insulin
Ahli diet di New Jersey, Erin Palinski-Wade, RD, mengungkapkan bahwa dalam beberapa penelitian puasa intermiten, ditemukan bisa mengurangi kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin yang sangat bermanfaat bagi orang yang berisiko terkena diabetes tipe 2. Ditambah lagi dengan hasil studi tahun 2018 yang dipublikasikan dalam ‘Cell Metabolism’, menyebutkan, pria pre-diabetes puasa yang dibatasi waktu lebih dini meningkatkan sensitivitas insulin.
3. Lebih fokus
Di studi yang diterbitkan 2018 silam, ‘Experimental Biology and Medicine,’ menunjukkan puasa dapat melindungi diri terhadap penyakit Alzheimer dengan mengurangi resiko terkena memory loss atau kehilangan memori.
4. Menurunkan kolesterol
Salah satu mengapa puasa dapat membantu untuk menurunkan berat badan adalah karena kita makan di siang hari, yang mana waktu tubuh secara alami ingin mengonsumsi kalori. Ketika kita makan sesuai dengan ritme sirkadian tubuh, aktif di siang hari dan makan lebih sedikit di malam hari. Maka kita memetabolisme makanan dengan lebih baik dan ada perbaikan gula darah dan lipid termasuk kolesterol dan trigliserida.