John Boekamp juga menjelaskan, kesulitan tidur yang paling umum dilaporkan secara nasional untuk balita dan anak di sekolah adalah tidak ingin pergi tidur, tertidur dan sering terbangun di malam hari. Kita dapat menyebutnya sebagai insomnia, perilaku masa kanak-kanak.
Studi ini meneliti sifat dan kelaziman gangguan tidur yang ditetapkan secara diagnostik, termasuk Sleep Onset Insomnia dan Night Waking Insomnia dalam kelompok yang terdiri dari 183 anak kecil. Hal tersebut terjadi pada anak-anak dengan perilaku yang suka mengganggu, mencari perhatian, kecemasan dan suasana hati yang buruk.
“Penting bagi keluarga untuk menyadari betapa pentingnya tidur bagi penyesuaian perilaku dan kesejahteraan anak kecil,” kata Boekamp.
(Dewi Kurniasari)