Sikap dan perilaku masyarakat Indonesia dalam mengapresiasi karya seni dinilai telah mengalami pergeseran. Jika dulu karya seni selalu diidentikkan sebagai produk yang mewah dan ekslusif, paradigma tersebut saat ini ternyata telah berubah total.
Karya seni rupa kini menjadi sebuah produk inklusif yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, tak terkecuali generasi milenial. Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh, Rubi Roesli seorang arsitek yang kini berkecimpung di dunia seni modern.
"Sekarang ada sebuah istilah kalau seni itu inklusif. Dulu kan hanya orang yang punya duit yang bisa menikmati atau punya lukisan. Sekarang semua orang bisa melakukan dan merasakan. Kesempatan untuk mendapatkan apresiasinya pun lebih terbuka," terang Rubi saat ditemui Okezone, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Rubi mengatakan, masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial mulai menerima seni karena bidang ini dekat dengan experience. Contohnya, sekarang sudah banyak karya-karya seni yang diciptakan dari perpaduan ide kreatif dengan teknologi.
Dari kedua kombinasi tersebut, kemudian menghasilkan pengalaman atau experience baru yang bisa langsung dirasakan oleh para penikmat seni. Salah satunya karya seni yang mengusung konsep tiga dimensi (3D), seperti instalasi seri ke tujuh hasil karya Rubi yang ia beri judul 'Resonansi'.