Dalam kesempatan yang sama, Risma juga sempat menceritakan perihal kasus perdagangan anak yang terjadi di Surabaya. Ia menyebutkan, salah satu penyebabnya ialah karena anak-anak yang menjadi korban perdagangan manusia tersebut memang di sekitar lokalisasi, salah satunya Gang Dolly.
Tapi, akhirnya setelah kawasan Gang Dolly ditutup, warga sekitar dicoba untuk diberdayakan untuk membuat usaha batik dan kerajinan tangan. Sementara anak-anak mudanya dilatih untuk membuat usaha laundry.
Menutup diskusi, Bintang mengungkapkan keinginannya untuk merangkul pemerintah daerah, contohnya pemerintah kota (pemkot) Surabaya untuk ikut kembali memperkenalkan permainan tradisional kepada anak - anak.
"Kami tertarik untuk menggandeng pemkot Surabaya untuk memperkenalkan permainan tradisional. Melalui permainan tradisional, harapannya kita bisa memberikan pemahaman kepada anak terkait berbagai macam suku, adat, budaya, dan agama untuk meningkatkan toleransi dan mengurangi radikalisme sejak dini," pungkas Menteri Bintang.
(Martin Bagya Kertiyasa)