Jauh dari Teknologi, Lihat Gaya Hidup Orang Dayak di Desa Budaya Pampang

Dewi Kania, Jurnalis
Senin 09 Desember 2019 12:49 WIB
Gadis Dayak. (Foto: Okezone)
Share :

Saat menari, Okezone juga harus tahu ketepatan gerakan tari dengan arah tertentu. Okezone harus bergerak sampai talinya terikat, bersama sekira 7 penari lainnya.

"Tarian ini maknanya bisa mempererat budaya kami dan membawa kedamaian. Setiap perempuan di sini memang harus bisa menari, karena mereka diajak ikut melestarikan budaya tarian Dayak," ucap Liang Along.

Setelah puas menari, waktunya berpisah dengan masyarakat Dayak Kenyah. Namun, sebagai kenang-kenangan, Okezone foto sejenak memakai baju adat Dayak, lengkap dengan aksesorisnya. Para gadis Dayak juga boleh diajak berfoto lho.

Sebelum meninggalkan area Desa Budaya Pampang, sangat beruntung karena bisa bertemu dengan nenek kuping panjang.

Nenek Priya namanya, berusia sekira 70 tahunan. Sang nenek punya kuping panjang, karena pakai banyak anting sejak lama. Melihatnya unik dan kagum deh!

Memang, perempuan Dayak yang sudah sepuh ini rata-rata punya telinga panjang. Tapi sayangnya, tradisi ini nampaknya tidak dilanjutkan oleh perempuan muda Dayak zaman sekarang.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya