Media sosial di era digital yang sangat berkembang pesat seperti sekarang, hadir bak dua sisi mata uang. Bisa sangat bermanfaat, namun juga bisa berdampak negatif, sehingga menjadi pemicu timbulnya kecemasan dan kegalauan. Salah satu contohnya di kalangan ibu-ibu milenial atau biasa disebut mamah-mamah muda.
Tahukah Anda, data menyebutkan sekitar 44 persen ibu mengaku cemas atau cemburu melihat kehidupan ibu lain di media sosial. Ibu-ibu milenial ini membandingkan status keuangan, pola pengasuhan anak, dan level kebahagiaan sehingga memicu kecemasan.
Ya, kemudahan mendapatkan banyak informasi di era digital dari berbagai sumber memicu kebingungan bagi para ibu milenial. Di samping itu, ada kecenderungan ibu untuk membandingkan status keuangan, pola pengasuhan, dan mengukur level kebahagiaan ibu lain lewat media sosial dengan para ibu Iain, sehingga menimbulkan keraguan apakah upaya yang dilakukan sudah tepat.