Pasalnya, manfaat atau efektivitas vaksin HPV ini lebih banyak manfaatnya di usia produktif atau muda. Proses pemberiannya pun terbilang sederhana, namun ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi.
"Kalau perempuan yang terpenting tidak boleh disuntik saat lagi hamil. Kemudian ada urutannya, 0-2-6. Jadi kalau kita suntik sekarang, berarti dua bulan kemudian baru bisa disuntik, terus 4 bulan kemudian. Jadi selesai dalam 6 bulan," ungkap dr. Venita.
Perlu diingat kembali bahwa vaksin HPV tidak dapat menyembuhkan kanker serviks, namun hanya bisa mencegah. Maka dari itu, dr. Venita berharap agar masyarakat Indonesia mulai memiliki kesadaran untuk mendapatkan vaksin HPV.
"Makanya harus kita edukasi, kalau yang sudah punya kontak (seksual), mereka sebaiknya dicek dulu. Takutnya mereka sudah terkena kanker serviks. Intinya vaksin ini tidak menyebabkan, tidak menyembuhkan, dan tidak memperberat," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)