Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menghantui masyarakat Indonesia, terutama bagi kaum perempuan. Menurut data GLOBOCAN 2019, kasus kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 kasus, atau 17,2% dari persentase kanker perempuan di Indonesia.
Bahkan, kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun atau sebanyak 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya. Padahal, kanker yang disebabkan oleh Human Papilioma Virus (HPV) merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi HPV.
dr. Venita Eng, Msc, perwakilan dari yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta mengatakan, selama ini, vaksin HPV memang dikenal sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan. Namun, vaksin HPV sebenarnya juga dapat melindungi laki-laki dan beragam potensi penyakit yang muncul akibat virus HPV.
Maka dari itu, pemerintah dan pihak-pihak terkait diminta untuk mensosialisasikan lebih gencar tentang manfaat dari vaksin HPV. Didukung oleh BKKBN, KICKS dan Halodoc pun sepakat bekerjasama mengampanyekan gerakan #SehatSebelumNikah.
Kampanye ini ditujukan untuk para pasangan yang memiliki rencana untuk membangun keluarga agar mereka segera melakukan vaksinasi HPV pranikah. Tujuannya agar terhindar dari bahaya kanker serviks dan penyakit terkait virus HPV lainnya.
"Apalagi selain menyebabkan kanker serviks pada perempuan, virus HPV juga dapat menyebabkan beberapa penyakit kulit dan kelamin pada laki-laki,” terang dr. Venita Eng, dalam peluncuran kampanye #SehatSebelumNikah di bilangan Jakarta Selatan, Selasa 26 November 2019.