Gara-Gara Bedak Ketek, Wanita Indonesia Ini Ditahan Polisi Singapura 14 Jam

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 25 November 2019 10:04 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

NIAT hati ingin bersenang-senang di hari ulang tahun, remaja perempuan ini malah harus berurusan dengan pihak kepolisian. Hal ini bisa terjadi karena bedak ketiak yang ia bawa.

Ya, bedak ketiak yang ia bawa menjadi penyebab dari semua kekacauan malam hari ulang tahun. Bedak yang dia taruh di dalam stoples bekas madu tersebut dianggap sebagai narkoba. Karena perbuatannya itu, ia dan beberapa temannya mesti merasakan dinginnya lantai penjara.

Dalam akun Instagramnya @sharoniaparuntu. Dalam keterangan Instastorynya, ia menjelaskan kalau baru saja keluar dari Police Cantonment Complex di Singapura akibat bedak ketiak yang dibawanya. Ia berada di kantor polisi selama 14 jam dan hal itu mengacaukan semua rencana pesta ulang tahun.

Kejadian ini bisa terjadi karena pihak Hotel W Sentosa Singapura menduga ia membawa narkoba ke hotel, padahal itu adalah bedak ketiak yang berfungsi untuk membuat ketiak Anda wangi.

Sayangnya, pihak hotel tak bertanya sebelumnya dan memilih langsung menangkap remaja ini. Di unggahan itu dia juga mengucapkan terima kasih pada pihak hotel karena kadonya yang luar biasa tersebut.

Di sisi lain, perempuan ini juga menjelaskan kalau dia dan teman-temannya dibawa secara kasar ke kantor polisi. Tangannya diborgol dan itu adalah hal yang memalukan, karena penghuni hotel lain melihat kejadian penangkapan mereka dan berpikiran kalau mereka ini adalah pelaku kriminal.

"Mereka memenjarakan kita di ruang penjara dan kami semua tidur di lantai seperti hewan, padahal anjing saya saja mendapat tempat tidur yang lebih layak dan mendapat makan tiga kali sehari. Kami di kantor polisi cuma dikasih makan sekali," tulisnya.

Selanjutnya, remaja perempuan ini menceritakan pengalaman bagaimana pihak hotel melaporkan mereka ke polisi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya