4. Pelaku aborsi hanya perempuan muda yang tidak bertanggung jawab
Eits jangan salah! Tindakan aborsi tidak melulu hanya dilakukan oleh perempuan berusia muda, sebab faktanya perempuan dari segala usia, selama memang masih dalam masa subur (usia 12 tahun hingga 50 tahun) telah memutuskan untuk melakukan aborsi sepanjang abad karena berbagai alasan. Banyak penelitian tentang pengalaman aborsi perempuan menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan aborsi hadir dengan latar belakang dari segala usia, dengan atau tanpa anak, jenis pekerjaan, agama, tingkat pendidikan, dan status perkawinan.
5. Menyebabkan gangguan emosi dan mental
Kehamilan yang tidak direncanakan memang menyebabkan tekanan emosional bagi beberapa perempuan. Namun penelitian menunjukkan bahwa bagi kebanyakan perempuan, aborsi tidak menyebabkan konsekuensi psikologis dalam waktu yang lama. Perempuan yang sudah membuat keputusan jelas (datang dari diri sendiri bukan karena paksaan) tentang aborsi umumnya menganggap aborsi sebagai pengalaman untuk meningkatkan kesehatan. Faktanya bukan setiap proses untuk aborsi yang menyebabkan trauma, tapi perlakuan menghakimi dan perlakuan tidak baik dari orang lain lah yang sebetulnya yang dapat membuat trauma.
(Dinno Baskoro)