Di tahun 2007, Shanghai Women's Health Study menyatakan bahwa wanita yang makan lebih dari 300g nasi putih sehari berisiko 78 persen lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang makan kurang dari 200g sehari.
Tetapi menurut Prof Koh mungkin penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor faktor diabetes lain seperti mengonsumi daging merah dan unggas. Dia juga mengatakan penelitian lanjutan tahun 2017 di Shanghai menemukan fakta, asupan biji-bijian olahan yang lebih tinggi tidak terkait dengan risiko diabetes ketika disandingkan dengan faktor-faktor lain.
Demikian juga salah satu penelitian baru yang tidak menemukan hubungan antara total asupan nasi putih dan risiko diabetes tipe 2 ketika dikendalikan untuk variabel seperti usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT) dan asupan makanan lainnya. Risiko yang lebih tinggi berhubungan dengan apa yang dikonsumsi dengan nasi. Lebih dari 90 persen penderita diabetes menderita diabetes tipe 2, akibat tersumbat atau berkurangnya reseptor insulin.
Penelitian kedua, yang juga melibatkan Prof van Dam dan Prof Koh, menggunakan indeks kualitas diet yang ditetapkan untuk menentukan kualitas pola diet seseorang, kemudian mengukur hubungan antara kualitas diet dan risiko diabetes.