Dalam pemaparannya, dr Dante menjelaskan dahulu obat diabetes hanya terdiri dari satu atau dua macam. Apabila tidak bekerja dengan baik baru obat ditambah menjadi tiga.
Namun sekarang hal itu tidak dilakukan lagi. Dokter akan menggabungkan beberapa obat dalam dosis kecil-kecil sehingga multifaktor yang terganggu diabetes bisa tertangani lebih cepat. Hal ini mencegah pasien mengalami komplikasi.
"Beberapa orang dengan model pendekatan pengobatan diabetes seperti itu gula darahnya lebih terkontrol. Lama-lama enggak perlu obat. Memang masih ada yang membutuhkan obat, tapi tetap lebih baik," ucap dr Dante.
Selain itu, ke depan akan muncul teknologi pengobatan dengan insulin yang lebih canggih. Dikatakan oleh dr Dante, nantinya pasien diabetes tidak perlu disuntik insulin karena ada smart insulin yaitu insulin dalam bentuk tablet yang tinggal diminum. Kemudian ada pengobatan artificial pancreas yang melibatkan suatu alat yang ditempelkan ke tubuh sehingga dapat menyuplai insulin sesuai kebutuhan berdasarkan sensor.