Terperangkap dengan kebohongan, Du mendadak sangat populer di kalangan siswa dan orangtua murid di sekolah swasta. Du pun mengaku bahwa ia telah mencoba menipu atasannya untuk memperpanjang liburannya.
Namun karena takut ditangkap ketika kedua siswa itu benar-benar didiagnosis TB, Du akhirnya berbohong lagi untuk menutupinya. Hal itu yang akhirnya membuat orang semakin curiga.
Guru bahasa Inggris itu mengakui bahwa dia tidak tahu seberapa serius TB ketika memilihnya sebagai diagnosis palsu. Tidak jelas apakah ia diizinkan untuk tetap mempertahankan pekerjaannya, terutama setelah ceritanya beredar di media sosial China.
(Martin Bagya Kertiyasa)