Saking besarnya tumor tersebut, dokter kandungan, dr. Abhishek Kothule mengklaim kalau Kalam tidak dapat menerima anestesi umum, karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Ia pun memerintahkan ahli anestesi untuk menyuntikkan morfin langsung ke tulang belakangnya.
Lebih lanjut dr. Abhishek menambahkan, untuk menghilangkan pertumbuhan tumor merupakan hal yang sangat sulit. Pasalnya dekompresi mendadak bisa membuat Kalam menjadi terguncang bahkan lebih parahnya bisa membuat perutnya menjadi pecah.