Pro dan kontra dokter kandungan pria vs wanita
Taufik tidak menampik ada sejumlah tantangan yang harus ia hadapi sebagai dokter pria spesialis kandungan. Salah satunya terkait mindset negatif yang masih melekat kuat di pikiran masyarakat Indonesia.
Masih banyak pasien yang merasa kurang nyaman ketika berkonsultasi seputar kehamilan mereka kepada dokter pria. Apalagi sebelum melakukan diagnosa, setiap dokter harus menanyakan beragam pertanyaan bersifat pribadi kepada mereka.
Si pasien juga harus mengangkat kedua kaki, lalu membiarkan sang dokter memasukkan spekullum ke dalam vagina untuk melihat kondisi rahim. Bagi sebagian orang, hal ini akan terasa tidak nyaman bila yang melakukannya adalah dokter pria.
Kejadian tersebut juga sempat dialami Taufik di awal kariernya. Namun ia mengaku tidak pernah ambil pusing karena ia bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi etika kedokteran.
"Permasalahan ini sangat subjektif. Tapi saya selalu menghargai pasien, menjaga etika kedokteran dan kesopanan dalam berinteraksi. Bahkan sebelum melakukan pemeriksaan saya selalu meminta izin dan permisi kepada mereka," ujar dr. Taufik.
Lebih lanjut Taufik menjelaskan, sebelum membuka praktik kebidanan, ia sebetulnya sudah melalui serangkaian pelatihan menggunakan boneka phantom dan cadaver (mayat). Pelatihan ini, memang membutuhkan waktu yang panjang hingga akhirnya ia merasa terbiasa.