Tujuan dokter tersebut adalah membuat bayi tersebut merasa nyaman terlebih dahulu dengan jarum suntik. Terbukti, ketika bayi disuntik ia hanya mengeluarkan ekspresi terkejut tanpa menangis. Dokter juga terus mengalihkan perhatiannya dengan terus menyentuhkan suntikkan ke beberapa bagian tubuhnya. Sebab bayi tersebut harus disuntik dua kali.
Orangtua bayi yang menemani merasa takjub dengan cara sang dokter. Mereka sebenarnya sudah mempersiapkan cara jikalau bayi menangis saat disuntik. Namun mereka malah dihadapkan pada kenyataan bayinya tenang-tenang saja bahkan pada suntikan yang lebih sakit sekalipun.