Menurut American Veterinary Medical Association (AVMA), Selasa (29/10/2019), virus parvo atau biasa disebut canine parvovirus adalah virus yang sangat menular yang dapat menyerang semua anjing. Anjing dan anak anjing yang tidak divaksinasi saat berusia di bawah empat bulan adalah yang paling berisiko.
Canine parvovirus menyerang saluran pencernaan anjing dan disebarkan melalui kontak langsung anjing-ke-anjing dan kontak dengan kotoran (tinja) yang terkontaminasi, lingkungan, atau manusia.
Virus ini juga dapat mencemari permukaan kandang, mangkuk makanan dan air, kerah dan kalung anjing, dan tangan serta pakaian orang yang menangani anjing yang terinfeksi. Virus ini mudah ditularkan dari satu tempat ke tempat lain lewat rambut, kaki anjing, kandang, sepatu, atau benda lain yang terkontaminasi.
(Foto : Ilustrasi)
Beberapa gejala yang ditimbulkan parvovirus antara lain: lesu, kehilangan selera makan, sakit perut dan kembung, demam atau suhu tubuh rendah (hipotermia), muntah dan diare darah. Muntah dan diare yang persisten dapat menyebabkan dehidrasi yang cepat, dan kerusakan pada usus dan sistem kekebalan tubuh.