Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memiliki sumber daya di bidang Budaya dan Pariwisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Keanekaragaman adat istiadat dan budaya yang dimiliki merupakan modal dasar dalam pembangunan di Bidang Budaya dan Pariwisata.
Salah satunya adalah Upacara Robo-Robo yang dilaksanakan setiap Rabu di Kalimantan Barat. Ini merupakan acara mengenang kembali kedatangan Opu Daeng Manambon yang bergelar Pangeran Mas Surya Negara dari Kerajaan Matan di Kabupaten Ketapang ke Kerajaan Mempawah di Kabupaten Mempawah pada tahun 1737 M/1448 H.
"Dinamakan Robo-Robo karena ritual ini di gelar setiap hari Rabu terakhir bulan Safar menurut penanggalan Hijriah. Upacara Robo-Robo ini memiliki nilai sejarah karena merupakan peristiwa yang sangat penting untuk dikenang dalam sejarah Mempawah khusunya kerabat Keraton Amantubillah Mempawah
Robo-Robo menjadi hari yang dinanti masyarakat karena pada saat itu seluruh masyarakat mengikuti upacara adat sembari melakukan doa dan diakhiri dengan makan bersama dengan sajian khas budaya masyarakat Kalbar.
Salah satu warga Mempawah, Iko yang mengikuti upacara Robo'-Robo ditiap tahunnya mengakui jika budaya ini selain tetap mengenal budaya nenek moyang juga bersilaturahmi antar sesama manusia.
"Kalau di Kalbar biasa di Mempawah atau di Kakap banyak yang ikut Robo-Robo. Seru sekali selain ribuan yang ikut berdoa banyak juga yang membawa makanan khas lalu menggelar tikar dan makan bersama, ini yang tidak ada di tempat lain," ungkapnya kepada Okezone.
Tujuan digelarnya ritual ini, diakui Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan juga untuk memanjatkan doa menolak bala dan petaka dan memperingati napak tilas perjalanan Opu Daeng Manambon yang bergelar Pangeran Mas Surya Negara dari kerajaan Matan Martapura Kabupaten Ketapang ke Kabupaten Mempawah (Bangkule Rajakn) pada tahun 1737 M / 1148 H.