Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr N.B. Donny A.M. SpOG, menjelaskan, pelaku mom shaming itu 30 persen adalah suami, 30 persen orangtua, dan 30 persen lainnya adalah mertua.
"Jadi, orang terdekat dari si ibu menjadi pelaku mom shaming dan ini adalah fakta. Karena itu, sudah sepatutnya keluarga itu mengubah pola pikir mereka dan berubah menjadi support system bukannya malah menjadi hater di dalam keluarga sendiri," ungkapnya.
Selain tiga kelompok dalam keluarga itu, mom shaming juga menurut dr Donny dilontarkan kelompok ibu-ibu itu sendiri. Ada beberapa alasan kenapa kelompok ibu ini melakukan mom shaming.
"Alasan pertama, si ibu bosan merawat bayinya sehingga dia mencari pelampiasan dengan mengejek ibu lainnya. Kemudian, alasan berikutnya adalah si ibu letih, capek, dan nggak dihargai makanya dia mencari pelampiasan dengan mengolok-ngolong ibu lain," kata dia.